Rakatalenta.com, Salah satu strategi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk meredam dan antisipasi banjir di Ibu Kota adalah dengan teknologi cuaca atau rekayasa hujan. Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang dipraktikkan dari Sabtu tanggal 26 Januari hingga hari ini Jumat (1/2) dinilai berhasil mengurangi intensitas hujan yang turun di wilayah Jakarta.
"TMC cukup kurangi awan hujan jenuh yang datang dari Selat Sunda sehingga jatuh di sekitar Cilegon dan Merak," kata perekayasa teknologi cuaca BPPT Hartanto Sanjaya seperti dikutip dari Antara, Jakarta, Jumat (1/2).
Hartanto menambahkan, selain awan hujan yang dijatuhkan di sekitar Cilegon dan Merak, awan hujan yang direkayasa itu dijatuhkan di wilayah Pandeglang, Tasikmalaya dan Ciamais. Dengan hal itu intensitas hujan yang turun di wilayah Jakarta semakin berkurang.
Dalam uji coba TMC ini, Hartanto menjelaskan telah menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 40 ton dalam 10 kali penerbangan. Bahan semai itu kemudian disebarkan ke awan-awan sehingga menyebabkan hujan tidak turun di wilayah rawan banjir.
Selain itu BPPT juga mengoperasikan GBG (Ground Based Generator) di 25 titik di Jakarta secara mobile. GBG itu terpasang memanjang dari daerah hulu (selatan) hingga hilir (utara), tujuannya adalah untuk mengganggu pertumbuhan awan hujan di dalam wilayah Jabodetabek.
Hartanto menyatakan, sebelum mengoperasikan TMC, pihaknya lebih dulu menganalisa awan pembawa hujan dengan menggunakan dua radar cuaca milik BPPT yang dipasang di Puspiptek Serpong dengan radius pemantauan 105 km dan radar mobile (multiparameter radar) yang diangkut di atas truk dan berkeliling Jakarta dengan radius pemantauan 150 km.
Data radar dikirim ke server dan hasil analisisnya selain untuk TMC, disebarkan melalui internet di website neonet BPPT dan situs jaringan sosial agar masyarakat bisa turut mengetahui hasilnya.
Diketahui sebelumnya, Jokowi meminta agar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merekayasa cuaca hujan di tengah intensitas hujan tinggi di wilayah Jakarta. BPPT memindahkan hujan di wilayah Jabodetabek untuk digeser ke laut atau daerah lainnya. Hal ini sebagai antisipasi dan upaya untuk mengatasi banjir di Ibu Kota Jakarta.
"TMC cukup kurangi awan hujan jenuh yang datang dari Selat Sunda sehingga jatuh di sekitar Cilegon dan Merak," kata perekayasa teknologi cuaca BPPT Hartanto Sanjaya seperti dikutip dari Antara, Jakarta, Jumat (1/2).
Hartanto menambahkan, selain awan hujan yang dijatuhkan di sekitar Cilegon dan Merak, awan hujan yang direkayasa itu dijatuhkan di wilayah Pandeglang, Tasikmalaya dan Ciamais. Dengan hal itu intensitas hujan yang turun di wilayah Jakarta semakin berkurang.
Dalam uji coba TMC ini, Hartanto menjelaskan telah menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 40 ton dalam 10 kali penerbangan. Bahan semai itu kemudian disebarkan ke awan-awan sehingga menyebabkan hujan tidak turun di wilayah rawan banjir.
Selain itu BPPT juga mengoperasikan GBG (Ground Based Generator) di 25 titik di Jakarta secara mobile. GBG itu terpasang memanjang dari daerah hulu (selatan) hingga hilir (utara), tujuannya adalah untuk mengganggu pertumbuhan awan hujan di dalam wilayah Jabodetabek.
Hartanto menyatakan, sebelum mengoperasikan TMC, pihaknya lebih dulu menganalisa awan pembawa hujan dengan menggunakan dua radar cuaca milik BPPT yang dipasang di Puspiptek Serpong dengan radius pemantauan 105 km dan radar mobile (multiparameter radar) yang diangkut di atas truk dan berkeliling Jakarta dengan radius pemantauan 150 km.
Data radar dikirim ke server dan hasil analisisnya selain untuk TMC, disebarkan melalui internet di website neonet BPPT dan situs jaringan sosial agar masyarakat bisa turut mengetahui hasilnya.
Diketahui sebelumnya, Jokowi meminta agar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merekayasa cuaca hujan di tengah intensitas hujan tinggi di wilayah Jakarta. BPPT memindahkan hujan di wilayah Jabodetabek untuk digeser ke laut atau daerah lainnya. Hal ini sebagai antisipasi dan upaya untuk mengatasi banjir di Ibu Kota Jakarta.
[has]
