Rakatalenta.com, Akhir pekan lalu indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup mencetak rekor kembali. Awal pekan ini, kesempatan reli kembali muncul jika aksi ambil untung tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan saham.Analis dari Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan masih banyaknya transaksi asing yang mencatatkan nett buy dan masih banyaknya rilis kinerja emiten di berbagai media yang mengarah positif untuk kinerja emiten membuat IHSG terus reli meskipun secara teknikal sudah di area overboughtnya.
"Pembukaan pasar saham Eropa yang positif menjadikan IHSG tetap bertahan di jalur hijaunya akhir pekan lalu," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (25/2).
Dia menambahkan, untuk pergerakan saham Asia variatif menguat kecuali Shanghai dan Hang Seng yang melemah setelah rilis kenaikan indeks harga rumah China yang menimbulkan spekulasi Pemerintahan China akan segera menerapkan pembatasan pada industri properti.
Sementara, pergerakan saham Eropa berbalik positif setelah merespon kenaikan data indeks iklim bisnis dan ekspektasi bisnis Jerman meskipun data GDPnya tidak berubah di mana untuk bulanan sebesar -0,6 persen dan tahunan sebesar 0,1 persen. Sedangkan, pergerakan saham AS berbalik positif setelah terimbas rilis data Jerman dan masih adanya rilis kinerja dari para emiten yang dapat melampaui estimasi pasar,
Dengan demikian, dia memprediksi pergerakan IHSG pada hari ini, Senin (25/2) berada pada kisaran support 4.613-4.622 dan resisten 4.662-4.670.
"Kenaikan yang terjadi memang didukung oleh volume perdagangan sehingga memunculkan penilaian IHSG masih dapat menguat. Kenaikan kemarin masih di bawah target resisten 1 kami di 4662 namun masih ada peluang jika sentimen yang beredar lebih banyak positifnya dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking secara masif," tutupnya.
Adapun saham-saham yang perlu dicermati pada hari ini, antara lain PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Akr Corporindo Tbk (AKRA), PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Hero Supermarket Tbk (HERO), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).
Sumber: Merdeka.com