Begitu penting cahaya bagi semua makhluq. Dan yang terpenting dari semua itu adalah nur hidayah yang ada dalam kalbu tiap insan. Dengan nur ini, maka seorang bisa mengenal siapa Pencipta dirinya, mengenal Sifat-SifatNya dan memahami apa yang menjadi KehendakNya sehingga tunduk terhadap KemauanNya. Alangkah mulianya hari ke empat ini.
Besar kecil nur hidayah yang ada dalam hati tiap insan sangatlah variatif. dan ini hakikatnya adalah murni Pemberian dariNya. Dialah Yang Punya hak mutlak untuk Memberi cahaya hidayah kepada tiap hambaNya. Meski begitu, Dia memberi jalan bagi orang-orang yang mau mencari hidayahNya.
Simak kembali ayat Qur-an
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q.S Al-Ankabut (29) : 69)
Begitulah, banyak cara untuk meng usahakan nur hidayah ini. Maka beruntunglah orang-orang yang telah mendapatkannya, mempertahankan dan senantiasa meningkat. Dan saya merasa bersyukur lahir di hari ini, yakni hari rabu.
Sumber: http://teguhtriatmojo.blogspot.com/2009/05/makna-hari-rabu.html