Rakatalenta.com, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan sanksi tegas bagi rumah sakit yang tidak mengindahkan imbauannya. Dia memerintahkan agar rumah sakit-rumah sakit menerima pasien, terutama pasien tidak mampu."Ya akan ada tindakan yang lain. Entah pencabutan izin, entah nanti kalau mengurus MP (Marketing Project Alat Kesehatan), enggak kita berikan. Karena itu menyangkut pelayanan kepada warga," kata Jokowi kepada wartawan di Kantor Balai Kota, Jakarta, Kamis (21/2).
Jokowi mengakui, masih banyak kekurangan dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, ia akan terus memperbaiki.
"Kita ini kan ada 80-an rumah sakit. Ada yang kita lihat 1 hingga 5 yang pelanggaran-pelanggaran seperti itu. Masih banyak kekurangan-kekurangan seperti itu, yang Dera juga. Yang paling penting ada usaha bersama, rumah sakit, dinas juga, dari yang swasta juga untuk memperbaiki dilayani jangan sampai kejadian seperti ini diulang-ulang," lanjutnya.
Diakui Jokowi, andaikan ada bayi atau anak yang sakit dan kemudian dibawa ke rumah sakit atau puskesmas, sudah seharusnya dilayani dan diberikan perawatan segera mungkin. Daripada memikirkan besaran biaya yang ditanggung sebelum pelayanan.
"Kan dari awal, dari keluar kartu Jakarta Sehat. Kami sudah sampaikan, rawat dulu. Selesaikan dulu. Kami yang bertanggung jawab. Kami punya duit, punya anggaran. Selesaikan. Kami tanggung jawab untuk yang seperti itu. Apalagi yang berkaitan dengan sangat mendesak," tegas Jokowi.
"Saya sebagai gubernur tanggung jawab! Kalau mau masalah bayaran saja. Masalah uang saja, tanggung jawab," tandasnya.
Sumber: Merdeka.com