![]() |
| Prototipe Monorel di hanggar PT. Melu Bangun Wiweka, Tambun Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/Paramayuda) |
Walaupun penggunaan komponen monorel Jakarta nantinya tidak bisa 100 persen buatan lokal, namun Jokowi mengaku sangat mendukung produk dalam negeri.
Jokowi menambahkan, pengerjaan proyek 'kereta layang' di Jakarta itu nantinya bisa dikombinasikan antara produk luar dan dalam negeri. Untuk komponen sederhana, misalnya tempat duduk saja dapat memakai buatan lokal, sedangkan masalah teknis detilnya berasal dari negara yang sudah berpengalaman.
"Nggak usah komplit tapi step by step. Misalnya untuk signaling belum, bisa gerbongnya dulu," imbuhnya.
Sebelumnya Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubun, yang telah mengunjungi pabrik Monorel di Bekasi meminta agar komponen pada pembuatan monorel lolos uji dan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal itu untuk memberi jaminan keamanan bagi masyarakat, juga menjadi patokan kualitas produk buatan Indonesia.
Monorel karya PT Melu Bangun Wiweka berkapasitas 125 penumpang per gerbong dengan 6 gerbong. Laju kecepatannya mencapai 80 kilometer per jam. Selain itu, investasi Monorel sekitar Rp 200 miliar per kilometer, sedangkan buatan lokal hanya berkisar Rp 75-150 miliar per kilometer. (Ism)
[Sumber: Liputan6 ]
