Rakatalenta.com, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) optimis pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall akan dimulai tahun ini. Padahal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan mega proyek untuk mengantisipasi air pasang laut atau rob akan dimulai pada tahun 2016 mendatang.
"Ah kelamaan itu. Ya bulan-bulan ini. Tahun ini lah, jangan lama-lama lah mulainya. Kalau hitung-hitungannya rampung semua, baru diputuskan," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (11/2).
Jokowi memastikan pihaknya terus mengkaji pembangunan Giant Sea Wall. Khususnya perhitungan teknis pembangunan fisik, ekonomi dan masalah lingkungan.
Jika semuanya sudah disepakati, maka secepatnya Jokowi mempersiapkan pembangunan fisik tanggul laut raksasa tersebut.
"Masih terus diproses rencana pembangunan ini. Secepatnya akan kita segera saya putuskan juga, tetapi memang masih dalam penghitungan yang teknis, ekonomi dan masalah lingkungan. Semua lah. Kita masih terus bahas," jelasnya.
Sekadar informasi, salah satu investor yang tertarik dalam proyek ini adalah Setdco Universal Corporation dan Pricewaterhouse Coopers Service. Sedianya pemprov mengadakan pembahasan dengan pihak investor hari ini.
Mereka akan memaparkan tentang Giant Dam atau Giant Sea Wall kepada Jokowi. Tapi pertemuan itu batal diadakan, karena Sedco Universal Corporation dan Pricewaterhousecoopers Service tidak datang.
"Ah kelamaan itu. Ya bulan-bulan ini. Tahun ini lah, jangan lama-lama lah mulainya. Kalau hitung-hitungannya rampung semua, baru diputuskan," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (11/2).
Jokowi memastikan pihaknya terus mengkaji pembangunan Giant Sea Wall. Khususnya perhitungan teknis pembangunan fisik, ekonomi dan masalah lingkungan.
Jika semuanya sudah disepakati, maka secepatnya Jokowi mempersiapkan pembangunan fisik tanggul laut raksasa tersebut.
"Masih terus diproses rencana pembangunan ini. Secepatnya akan kita segera saya putuskan juga, tetapi memang masih dalam penghitungan yang teknis, ekonomi dan masalah lingkungan. Semua lah. Kita masih terus bahas," jelasnya.
Sekadar informasi, salah satu investor yang tertarik dalam proyek ini adalah Setdco Universal Corporation dan Pricewaterhouse Coopers Service. Sedianya pemprov mengadakan pembahasan dengan pihak investor hari ini.
Mereka akan memaparkan tentang Giant Dam atau Giant Sea Wall kepada Jokowi. Tapi pertemuan itu batal diadakan, karena Sedco Universal Corporation dan Pricewaterhousecoopers Service tidak datang.
[Sumber: Merdeka]
